Humor dalam Islam?
Tertawa merupakan fitrah manusia apabila manusia menemui suatu kelucuan. Sebagai agama yang mengatur segala gerak gerik manusia, Islam juga telah memberikan panduan dalam hal tertawa. ALLOH SWT sendiri berfirman “dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis” (QS An Najm(53):43).
Rasululloh SAW sendiri suka bersenda gurau, bercanda, dan tertawa. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yg ‘akrab’…karena tertawa PADA TEMPATNYA bisa mengakrabkan orang, bahkan bisa mendamaikan pihak2 yang bersengketa. Imam Ghazali dalam kitabnya, Ihya Ulum al-Din, menuliskan bahwa Ali bin Abi Thalib pernah menceritakan bahwa Rasululloh adalah seorang yang periang, ramah, orang yang paling banyak tersenyum di hadapan para sahabatnya, merasa kagum terhadap apa2 yang dibicarakan para sahabatnya itu bahkan kadang2 tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya.
Namun, Islam MELARANG tertawa yang berlebihan, karena bisa ‘mematikan’ hati. Bagaimana tertawa yang mematikan hati itu?? Untuk hal ini, dari berbagai buku2 yang aku baca, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan tertawa yang mematikan hati adalah tertawa yang membuat kita lupa kepada ALLOH SWT, seperti tertawa ketika melakukan perbuatan2 zalim, tertawa ketika mendengar ayat2 ALLOH SWT yang menjelaskan siksa neraka, tertawa ketika seseorang menjelaskan ilmu2 agama. Tertawa seperti inilah yang dilarang.
Bersamaan dengan artikel humor ini, aku tambahkan juga kategori baru di blog ini, yakni kategori Humor. Tujuannya untuk menghibur, namun dengan harapan hiburan ini tidaklah membuat hati kita membatu dan tidak ingat kepada ALLOH SWT. Semoga berguna ![]()
Nasrudin..
Saat itu bulan Ramadhan dan nasrudin sedang puasa.Timur Lenk ingin juga mempermalukan Nasrudin. Karena Nasrudin cerdas dan cerdik, ia tidak mau mengambil resiko beradu pikiran. Maka diundangnya Nasrudin ke tengah-tengah prajuritnya. Dunia prajurit, dunia otot dan ketangkasan.
“Ayo Nasrudin,” kata Timur Lenk, “Di hadapan para prajuritku, tunjukkanlah kemampuanmu memanah. Panahlah sekali saja. Kalau panahmu dapat mengenai sasaran, hadiah besar menantimu. Tapi kalau gagal, engkau harus merangkak jalan pulang ke rumahmu.”
Nasrudin terpaksa mengambil busur dan tempat anak panah. Dengan memantapkan hati, ia membidik sasaran, dan mulai memanah. Panah melesat jauh dari sasaran. Segera setelah itu, Nasrudin berteriak, “Demikianlah gaya tuan wazir memanah.”
Segera dicabutnya sebuah anak panah lagi. Ia membidik dan memanah lagi. Masih juga panah meleset dari sasaran. Nasrudin berteriak lagi, “Demikianlah gaya tuan walikota memanah.”
Nasrudin segera mencabut sebuah anak panah lagi. Ia membidik dan memanah lagi. Kebetulan kali ini panahnya menyentuh sasaran. Nasrudin pun berteriak lagi, “Dan yang ini adalah gaya Nasrudin memanah. Untuk itu kita tunggu hadiah dari Paduka Raja.”
Sambil menahan tawa, Timur Lenk menyerahkan hadiah Nasrudin.
Beda Bajaj Dengan Kura-kura
Di sebuah Pesantren Gresik, Pengurus bagian kesehatan dan santri-santri sedang berolahraga pada hari Jumat (Lapajum = Lari Pagi Jum’at) kemudian berkumpul sambil beristirahat mereka main tebakan.
Pengurus : Teman-teman tolong dengarkan dan jawab teka-teki ini.
Seluruh Santri : Apa teka-tekinya, nanti kita jawab? (nantang)
Pengurus : Oke, kalau begitu dengarkan.
Apa bedanya Bajaj dengan Kura-kura ???
Santri I : Kalau Bajajdi jalan raya, sedangkan kura-kura di kolam!!!
Pengurus : Salah!!!
Santri II : Kalau Bajaj dibuat dari besi, Kura-kura dari kulit!!!
Pengurus : Salah, itu mah anak TK juga sudah tau. Ayo apaan ????
Seluruh Santri :Apaan sich, Kak ?? Nyerah deh!!!!
Pengurus : Jadi semua pada nyerah yach??? Oke tak kasih tau…
Kalau Kura-kura kita ketuk, kepalanya akan masuk. Tapi kalau Bajaj kita ketuk, kepalanya malah keluar, Neng/Om, Mas mau kemana…?, Ramayana, Pasar Gresik, Surabaya, Bunder…Ayo… Seluruh santri : ee…Kadzalik, toh !!!
***dari album Nasyid Jenaka*** -maap kalu salah namanya
Berbuka puasa di bulan Ramdhan
Hidangan semuanya tersedia
Kolang-kaling, kolak pisang, es buah…
begitu juga makanan lainnya
Pintu diketuk
disangka bunyi beduk
makanan langsung saja diseruduk
perutpun kembung
pikiran melambung
waktu shalat raka’at lupa ngitung …
———————————————
“dan nikmat Tuhanmu yang manakah yg sempat-mampu kau dustakan ?”
DISKUSI 3 PEMUDA
ada tiga orang pemuda sedang bercerita…. si a): Eh kenapa kamu nggak jadi nikah? si b) menjawab: beda keyakinan….!!!! si b) kalo kamu???? si a): ortu gak setuju.. si a) dan si b) bertanya pada si c): kalo kamu….? si c) menjawab: beda kelamin….